Pelajari berbagai jenis gangguan kelenjar getah bening yang tercakup dalam sistem ini beserta saran penanganan awalnya.
Pembesaran kelenjar tiroid yang terletak di leher bagian depan. Gondok dapat disebabkan oleh kekurangan yodium, gangguan tiroid (hipotiroid atau hipertiroid), nodul tiroid, atau kondisi autoimun seperti penyakit Graves. Benjolan pada leher akan terus membesar jika tidak ditangani.
Kondisi di mana kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan, sehingga mempercepat metabolisme tubuh. Gejalanya meliputi jantung berdebar, penurunan berat badan meskipun nafsu makan normal, keringat berlebihan, dan pembesaran kelenjar tiroid (gondok) yang dapat teraba keras di leher.
Peradangan pada kelenjar getah bening yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada area leher, ketiak, atau selangkangan, sering disertai demam dan gejala infeksi lainnya.
Pembengkakan kelenjar getah bening akibat berbagai penyebab, termasuk infeksi, reaksi imun, atau kondisi sistemik. Berbeda dengan limfadenitis, limfadenopati tidak selalu disertai peradangan aktif dan benjolan cenderung tidak nyeri saat diraba.
Kanker yang menyerang sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, limpa, dan sumsum tulang. Limfoma terbagi menjadi dua jenis utama: Limfoma Hodgkin dan Non-Hodgkin. Gejalanya meliputi pembengkakan kelenjar tanpa nyeri, demam berulang, keringat malam, lemas ekstrem, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja.
Peradangan pada amandel (tonsil) yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri Streptococcus. Ditandai dengan nyeri tenggorokan yang parah, demam, dan kesulitan menelan. Tonsilitis berulang dapat berkembang menjadi kondisi kronis yang memerlukan tindakan operasi.
Tidak ada penyakit yang cocok dengan pencarian Anda.